Rindu yang tak bertuan

Ayah ingatan ini semakin buram

Bahkan kenangan indah kita perlahan menghilang

Ayah

aku sudah beranjak dewasa

apakah engkau disana baik-baik saja?

Yah”

Lihatlah putri kecilmu

Yang sekarang menjadi gadis yang tangguh

Diselah keheningan ini, aku rindu

aku sendiri

Menatap bayanganmu, lalu bercerita

Tak sadar air mata ini mengalir

Yah”

Aku rindu panggilan itu

kata itu sekarang tak bertuan

engkau pergi tanpa pamit

bahkan menoleh pun enggan

semua kengan hilang tanpa jejak

hanya bayangan semua itu, yang

yang mampu membuatku kuat dan …:(

Yah” , Lihatlah ibu dan aku, Lihatlah

akan ku jaga belahan jiwamu

dengan sisa kekuatan dan

cerita yang ku punya

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started